wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 22 April 2016

Makanan Sehat buat otak si buah hati



MAKANAN SEHAT BUAT OTAK SI BUAH HATI

Kesempatan menambah pintar otak anak tidak datang dua kali.
sejak masih di kandungan ibu, agar tumbuh penuh,
otak anak membutuhkan makanan sehat.
Khususnya pada dua tahun pertama “masa tahun emas” anak,
menu yang ibu beri menentukan nasib otak anak.
Bila gagal terpenuhi pada masa itu,
tak tersedia lagi waktu mengoreksinya dikemudian hari.
Dan, makanan sehat di meja makan tumah tidak harus berharga tinggi.

=================


            Jangan pernah sampai kekurangan protein. Pertumbuhan otak paling laju dimuLai sejak dalam kandungan ibu. Arti betapa pentingnya otak tercermin pada ukuran lingkar kepala bayi yang mencapai seperempat tinggi badannya, dibanding setelah dewasa yang cuma seperdelapan tinggi saja.
            Ibu hamil yang piring makannya rendah protein, tak utuh tumbuh otak bayi yang dikandungnya. Sama buruknya bila sampai umur 2 tahun anak tidak dicukupi kebutuhan proteinnya. Bukan semata takarannya, terlebih ditentukan pula oleh seperti apa kualitas protein pilihan masakan ibu yang tersaji.
            Susu dan telur menu andalan anak. Bayi dan anak membutuhkan 2-3 gram protein untuk setiap kilo berat badan atau rata - rata 25 gram seharinya. Setelah dewasa cukup 1 gram saja per kilo berat badan. Itu berarti di meja makan, ayah dan orang dewasa layak mengalah mendahulukan agar piring nasi anak cukup lauk proteinnya.
            Selain susu, telur, daging, ikan, tahu, dan tempe, sayur-mayur pun mengandung protein juga. Namun, tubuh butuh lebih banyak protein hewani dari pada protein nabati. Rata - rata menu orang Indonesia hanya 60 persen nilai protein hewaninya. Namun, tak pula sekadar terpenuhi porsinya, kecukupan asupan protein berkualitas menentukan sempurna tidaknya otak anak bertumbuh.
            Kualitas protein masing - masing jenis makanan ditentukan oleh kandungan asam amino yang membentuknya. Dikenal 20 jenis asam amino, 8 diantaranya esensial (tak bisa dibuat tubuh) merupakan bahan bangunan yang merancang ribuan variasi jenis sumber makanan berprotein. Variasi asam amino dalam protein telur tak sama dengan dalam protein daging, apalagi dengan jagung, atau kacang.
            Tidak semua makanan berprotein lengkap asam aminonya. Kandungan asam amino telur, disusul susu, tergolong paling lengkap. Maka, telur dan susu, sumber protein utama. Terlebih untuk membangun otak yang sempurna, asam amino bukan saja lengkap, melainkan terpenuhi pula kedelapan asam amino esensialnya.
            Otak butuh ikan juga. Selain cukup protein, otak butuh dua jenis lemak (asam lemak bebas) EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (decosahexaenoic acid). Keduanya banyak terkandung dalam omega-3 minyak ikan laut (cod, hering, salmon, makerel, kerang, plankton). Otak butuh juga omega-6 banyak dalam minyak kelapa, bunga matahari, dan jagung. Omega-3 dan omega-6 bersifat esensial, atau harus dipasok dari makanan. Sedang kebutuhan omega-9 disediakan oleh tubuh sendiri. Omega -3, omega-6, dan omega-9 tergolong lemak tak jenuh majemuk PUFA (polyunsaturated fatty acids) yang menyehatkan tubuh.
            Mengenal menu ikan sejak kecil. Tabu makan ikan dianggap bikin cacingan, dan meja makan keluarga gagal membangun selera anak pada menu ikan, menambah buruk nasib otak anak. Anak perlu diperkenalkan menu ikan sejak mulai diberi nasi tim.
            Tak ada alasan anak menolak amisnya ikan bila dapur ibu elok mengolah sajian citarasa ikan. Menyerah saja gagal membangun selera makan anak pada menu ikan, berarti hari depan briliannya otak anak batal dibangun. Perjalanan pertumbuhan saraf dan otak (myelinisasi) masih terus berlangsung sampai usia 20-an. Kehadiran susu dan telur selanjutnya yang akan tulus melengkapi.


Dikutip dari buku :
Tips sehat
Dr. Handrawan Nadesul
“Membesarkan Bayi Jadi Anak Pintar”

Jumat, 15 April 2016

perbankan





A.      LATAR BELKANG
          Kasus bank BRI merupakan contoh konkrit yang amat penting untuk diketahui  agar kemudian dapat menjadi suatu acuan bagi kita untuk bisa memahami dan mendalami pengetahuan mengenai kondisi kesehatan suatu bank.
Pada hakikatnya bank dikatakan sehat apablila mampu melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal dan mampu memenuhi segala kewajibannya dengan baik dengan cara – cara yang sesuai peraturan perbankan yang berlaku.
Bank dikatakan sehat apabila bisa bisa melakukan dengan baik kegiatan operasional perbankannya meliputi :
1.      Kemampuan menghimpun dana baik dari masyarakat, lembaga lain, maupun dari modal sendiri
2.      Kemampuan mengolah dana
3.      Kemampuan untuk menyalurkan dana ke masyarakat
4.      Kemampuan memenuhi kewajiban kepada masyarakat, karyawan, pemilik modal, dan pihak lain
5.      Pemenuhan peraturan perbankan yang berlaku.
Apabila ada dari kegiatan operasional di atas tidak dapat dilaksanakan oleh bank, maka dengan demikian suatu bank bisa dikatakan “ sakit (tidak sehat) “.
Menurut Kasmir Sendiri kesehatan suatu bank dapat dianalisis dengan menilai aspek CAMELS ( capital,assets, management, earning, liquidity, dan sensitivity.
        · Aspek permodalan ( Capital )
Dalam hal ini yang dinilai adalah permodalan yang di dasarkan kepada kewajiban penyediaan modal minimum bank.
        · Aspek kualitas Aset (assets )
Yaitu menilai jenis-jenis asset yang dimiliki oleh bank.
        · Aspek kualitas menejemen (Management )
Kualitas manajemen dapat di lihat dari kualitas manusianya dalam bekerja
        · Aspek earning
Suatu bank dapat dikatakan likuid apabila bank yang bersangkutan dapat membayar semua hutangnya.
        · Aspek likuiditas (liquidity)
Merupakan ukuran kemampuan bank dalam meningkatkan labanya.
        · Aspek Sensitivitas ( sensitivity )
Perbankan harus sensitive terhadap resiko, ini penting untuk tujuan memperoleh laba dan pada akhirnya kesehatan bank dapat terjamin.